Peran Role Model Dalam Membentuk Perilaku Pro-Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikostudia.v7i2.2402Keywords:
role model, perilaku pro-lingkunganAbstract
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang bertujuan untuk mengetahui peran role model dalam membentuk perilaku pro lingkungan. Subjek dalam penelitian ini yaitu 4 orang dan terdapat 5 orang informan yang telah dipilih sesuai dengan karakteristik yang telah ditetapkan yaitu individu yang peduli dengan lingkungan sekitar dan aktif di organisasi lingkungan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku pro lingkungan dil-akukan dengan cara menjadi tokoh bagi warga dalam perilaku menghemat penggunaan listrik seperti memat-ikan lampu ketika tidur, membuang sampah pada tempatnya walaupun pemilahan sampah belum dilakukan, mendaur ulang sampah seperti menjadikannya hiasan dinding, dan aktif di organisasi yang bergerak pada bi-dang lingkungan hidup.References
Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendeka-tan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Bandura, A. 2008. Social Learning Theory. Eng-lewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Bashir, S. 2014. Teacher as A Role Model and Its Im-pact on The Life of Female Students. Interna-tional Journal of Research – Granthaalayah. 1 (1): 13-22.
Bruce. 2009. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Chandra. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Buku Kedokteran.
Cohen B. 2008. Peranan Sosiologi Suatu Pengantar. Rineka Cipta: Jakarta.
Creswell, J. W. 2015. Penelitian Kualitatif dan De-sain Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fadilah, M., Fatty M, F., Syakurah, R. A., & Aulia, H. 2014. Pengaruh Role Model terhadap Pilihan Karir pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia. 4 (2): 75-82.
Gauntlett, D. 2008. Media Gender and Identity: An Introduction. New York: Rautledge.
Gibson, D. E. 2006. Role model of Career Develop-ment. Journal of Vocational Behavior. 8 (3): 701-703.
Kaiser, F.G., Oerke, B., & Bogner, F.X. 2007. Behav-ior-Based Environmental Attitude: Development of An Instrument for Adolescents. Journal of En-vironmental Psychology. 6(27): 242–251.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2012. Status Lingkungan Hidup Indonesia. Ja-karta: KemenLH.
Mardalis. 2002. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara.
Miles, M.B., Huberman. 2009. Analisis Data Kuali-tatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Moleong, L. J. 2007. Metodologi Penelitian Kuali-tatif. Bandung: Remaja Pustaka.
Passi, V. 2013. Doctor role modelling in medical ed-ucation. BEME Guide. 3(27): 1422-1436.
Poerwandari, E. K. 2011. Pendekatan Kualitatif un-tuk Penelitian Perilaku Manusia. Depok: LPSP3.
Pramesti, O. L. 2012. Potret Lingkungan Indonesia Kian Memprihatinkan. National Geographic Magazine. Edisi 07 Maret 2012.
Robertson, J.L. 2016, Greening Organizations Through Leader’s Influence on Employees Pro-Environmental Behaviors. Journal of Organiza-tional Behavior. 34 (2): 176–194.
Salam. 2006. Nitiprayan Kasihan Bantul Yogyakarta dalam Perspektif Islam. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Soerjono, S. 2012. Peranan Sosiologi Suatu Pengan-tar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suprijono, A. 2011. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tonglet, M., Phillips, P.S., & Read, A.D. 2004. Using the Theory of Planned Behaviour to Investigate the Determinants of Recycling Behaviour: a case study from Brixworth. Resources Conservation and Recycling. 41 (6):191-214.
Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlin-dungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Wawan. 2011. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika